Friday, May 20, 2011

Gempa Blitar Akibat Tumbukan Lempeng Australia dan Eurasia

foto

Gempa Blitar Akibat Tumbukan Lempeng Australia dan Eurasia

Amin Widodo, ahli geologi dan kegempaan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur, memastikan gempa yang terjadi di laut selatan Blitar akibat tumbukan lempeng Australia dan lempeng Eurasia.
"Di sepanjang laut Selatan Jawa termasuk Blitar ada dua lempeng yang saling bertubrukan," kata Amin ketika dihubungi Tempo, Selasa, 17 Mei 2011.

Karena itu, tambah Amin, gempa seperti yang terjadi saat ini sudah menjadi hal yang biasa dirasakan di sekitar kawasan itu. Bahkan, dari catatan Amin, gempa di daerah itu juga pernah mencapai lebih dari 7 skala Richter.

Meski demikian, gempa di sepanjang laut selatan Jawa tak semuanya berpotensi tsunami karena untuk tsunami, gempa minimal harus berkekuatan 6 skala Richter dan berada di kedalaman 100 kilometer di bawah permukaan laut. Foto-foto Nakal Syahrini


Melihat gempa di selatan Blitar yang tidak menimbulkan tsunami, Amin memastikan merupakan gempa dangkal yang kedalamannya tak sampai 100 kilometer.

Tsunami sendiri terjadi jika patahan bumi naik, sehingga air ikut meluap. Di sekitar Blitar sendiri, patahan ini berada di sekitar jarak 200 kilometer dari bibir pantai. Jika tsunami misalnya berkecepatan 600 kilometer per jam, tsunami harusnya sudah sampai di Blitar pada 40 menit setelah terjadinya gempa.

Amin menambahkan, gempa di Blitar ini kemungkinan juga akan disusul gempa-gempa lainnya di sepanjang tumbukan lempeng tersebut. Apalagi, lempeng yang ada di Blitar itu memanjang mulai dari sebelah barat Sumatra, selatan Jawa, selatan NTT, sampai ke Papua.

0 comments:

Post a Comment